081318311409 marketing@signarc.id

Indonesia negara yang dilewati garis khatulistiwa sangat cocok dengan konsep hunian arsitektur tropis.

Pernyataan ini bukan tanpa sebab. Tengok saja curah hujan tinggi diikuti dengan kelembaban udara yang sama; Serta sinar matahari yang menyorot setiap tahun. Maka, tak salah apabila arsitektur yang diterapkan harus mengikuti iklim yang berlaku guna memberikan kenyamanan bagi penghuni. Arsitektur tropis adalah jawaban bagi iklim alam di Indonesia.

Ambil contoh seperti rumah joglo, gadang, dan tongkonan adalah beberapa rumah tradisional yang mengikuti kaidah konsep arsitektur tropis. Bentuknya yang unik dan memiliki kekhasan, meskipun terlihat berbeda satu-sama lain, sejatinya memiliki kesamaan.

Agar lebih jelas, mari ikuti pembahasan di artikel ini hingga tuntas.

Apa Itu Arsitektur Tropis?

Lewat pengamatan sekilas, kebanyakan orang awam menilai bahwa gaya ini didesain agar bangunan menyatu dengan alam melalui elemen-elemen tropis yang dimasukan kedalamnya Jawaban semacam ini tidak sepenuhnya benar,

Sebenarnya arsitektur tropis adalah desain yang benar-benar memperhatikan sisi fungsionalitas dalam rangka adaptasi terhadap iklim di sekitarnya. Dengan kata lain, merupakan sebuah konsep bangunan yang berusaha mengatasi iklim tropis yang umumnya terdapat di daerah yang dilewati garis khatulistiwa; Berhawa panas dan lembab; Memiliki curah hujan yang tinggi.

Rumah konsep ini pastinya memperhatikan aspek tata ruang, sirkulasi udara, pencahayaan, serta material guna menghadapi tantangan iklim sekitar. Maka, dapat dipastikan penghuni akan tetap nyaman berkat elemen-elemen yang ada dalam memberikan kenyamanan yang terbaik.

Tujuan Arsitektur Tropis

Desain arsitektur ini adalah agar bangunan beradaptasi dengan lingkungan beriklim tropis, sehingga penghuni dapat nyaman serta efisien dalam penggunaan energi sehari-hari.

Secara pasif, bentuk maupun mekanis, bisa membuat ruangan tetap nyaman, sejuk, dan terang di siang hari. Begitu pula dengan ketahanan bangunan yang tidak mudah rusak akibat panas dan hujan.

Sebuah hunian yang dirancang secara pasif menghadapi lingkungan tropis dapat dimulai dengan analisis lokasi, posisi, orientasi, bentuk, material, dan lain sebagainya.

Mengenai estetika bangunan, sejatinya arsitektur tropis dapat digabungkan dengan gaya lain. Arsitektur yang mengutamakan fungsi ini sudah secara pasti bentuk akan mengikutinya. Sehingga penjelasan akan estetika tak perlu dibahas panjang lebar.

Jenis-jenis Arsitektur Tropis

Iklim tropis sendiri dibagi kedalam dua jenis besar, yakni kering dan lembab. Sehingga arsitektur tropis sendiri terbagi kedalam dua jenis tadi.

Ada perbedaan antara keduanya yang sangat signifikan tekait dengan iklim tersebut, seperti :

Arsitektur Tropis Kering

Contoh arsitektur tropis kering di daerah perkampungan Meksiko

Arsitektur tropis jenis kering dapat ditemukan pada rumah-rumah di Meksiko. Perhatikan atap-atap rendah atau rata yang merupakan ciri dari desain di daerah dengan iklim tandus.

Ciri-ciri iklim :

  • Curah hujan rendah
  • Kelembaban rendah
  • Radiasi panas tinggi diakibatkan sedikitnya awan yang terbentuk di langit sebagai penghalang
  • Suhu udara ekstrim, siang hari mencapai 45 derajat selsius dan malam hari anjlok hingga -10 derajat selsius. Waktu pagi hari sangat dingin akibat radiasi balik bumi yang telah habis. Sedangkan siang hari terjadi akumulasi radiasi yang tinggi. Daerah semacam ini sering diamuk badai angin pasir karena perbedaan suhu dan dataran terbuka yang luas.

Adaptasi bangunan :

  • Menggunakan bahan-bahan penyerap panas yang diharapkan dapat menyimpan panas untuk malam hari. Material yang digunakan pun tebal, agar panas tidak segera masuk ke dalam ruangan, namun tetap berguna ketika malam tiba.
  • Memiliki bangunan dengan ventilasi atau bukaan-bukaan kecil untuk sirkulasi namun tetap menghalangi radiasi secara langsung serta hembusan angin bercampur debu.
  • Memperkecil bidang tangkapan sinar matahari dengan rumah kecil yang berdekatan.
  • Menggunakan atap-atap datar untuk menghindari kerusakan akibat angin kencang.
  • Menambahkan air mancur guna memberikan kelembaban udara sekitar.
  • Pola pemukiman yang rapat dan jalanan berkelok untuk memotong arus angin.
  • Bangunan cenderung rendah, masif, dan padat.

Arsitektur Tropis Lembab

Contoh arsitektur tropis lembab adalah rumah tradisional gadang masyarakat Padang

Arsitektur tropis jenis lembab dapat ditemukan pada rumah tradisional masyarakat Padang

Ciri-ciri iklim :

  • Kelembaban udara sekitar 80%, maksimal saat pagi hari dan menurun saat sore.
  • Curah hujan tinggi, sekitar 1500-2500 mm setiap tahun
  • Radiasi matahari global sekitar 400watt/m2 sepanjang tahun.
  • Dinaungi awan tebal dan hanya sesekali tipis.

Adaptasi bangunan :

  • Memperkecil luas permukaan yang menghadap timur dan barat untuk mengurangi panas.
  • Melindungi dinding dengan peneduh.
  • Menggunakan warna-warna terang untuk pengurangan penyerapan panas.
  • Kombinasi ventilasi horizontal yang dibuat dengan sistem saling bersebrangan dan vertikal untuk membuang hawa panas.

Karakteristik dan Ciri Arsitektur Tropis

Definisi dan jenis yang telah disebutkan sebelumnya membentuk karakteristik ataupun kekhasan dari desain arsitektur tropis, diantaranya seperti :

Atap

Curah hujan yang tinggi pada iklim tropis, maka kemiringan atap dibuat minimal 30 derajat. Semakin miring bidang, maka makin cepat air hujan menuruni permukaan atap tanpa perlu tergenang di bagian atas bangunan.

Atap miring ini dimaksudkan juga agar tidak mudah bocor akibat genangan air. Sedangkan ruang kosong dibawah atap dimaksudkan sebagai peredam panas matahari.

Ventilasi

Terlepas dari gaya yang digunakan, menjaga suhu di dalam rumah adalah hal yang tetap perlu dijaga. Itu sebabnya lubang ventilasi adalah hal penting, sehingga sirkulasi terus berjalan di tiap sudut rumah.

Di hunian arsitektur tropis akan ditemukan banyak ventilasi. Selain memaksimalkan sirkulasi udara, juga dimaksudkan untuk memberikan pencahayaan terbaik. Sirkulasi dan pencahayaan ini berguna untuk menghindari dinding dan perabot dari tumbuhnya jamur.

Teritisan

Teritisan atau overstek pada konsep bangunan tropis memiliki kekhasan bentuk yang dibuat cukup lebar untuk menghindari tampias saat hujan.

Disamping itu teritisan besar tersebut berguna sebagai peredam panas atau mengurahi sinar matahari langsung menembus keruangan. Sehingga, hunian tetap sejuk tanpa harus mengorbankan pencahayaan.

Material

Penggunaan material pada iklim tropis juga perlu diperhatikan. Pemilihan material dari dalam negeri adalah yang paling disarankan. Mengingat spesifikasi yang dibuat memang ditujukan untuk menghadapi cuaca dan iklim di daerah tersebut.

Warna

Pertimbangan pemilihan warna interior maupun eksterior berguna untuk memunculkan kesan tertentu. Bangunan arsitektur tropis sebaiknya memilih warna selaras dengan lingkungan, seperti putih, coklat, hijau, terakota, cokelat, dan lain sebagainya. Warna-warna yang sangat jarang ada di alam sangat tidak di sarankan.

Tips Merancang Arsitektur Tropis Bergaya Modern

Meskipun rumah tradisional sering menerapkan prinsip desain arsitektur tropis, nyatanya ada banyak bangunan modern yang menerapkannya. Ada beberapa pertimbangan sebelum konsep ini diterapkan, seperti :

Orientasi Bangunan

Arah datang matahari menjadi bagian penting dalam menentukan orientasi bangunan di desain bergaya tropis. Sebaiknya, hindari arah bangunan mengarah ke barat karena akan silau. Usahakan bangunan menghadap ke utara ataupun selatan.

Ruang Terbuka

Agar tahan terhadap hawa panas dan kelembaban, maka unsur keleluasaan perlu ditekankan di sini. Pembatasan sekat-sekat sebaiknya dihindari. Ruang terbuka dengan banyak bukaan sangat disarankan di sini.

Keterbukaan dan privasi bisa diantisipasi dengan pemilihan perabot-perabot multifungsi.

Volume Atap

Untuk memberikan sirkulasi udara yang memadai, pemilik harus memperhatikan volume antara atap dan lantai. Diusahakan agar volume yang diberikan antara keduanya cukup besar, sehingga ruangan di dalam bisa tetap sejuk dan tidak pengap.

Ventilasi Udara

Rumah bergaya modern menerapkan desain ventilasi menyilang guna memberikan sirkulasi udara alami di dalam rumah. Sirkulasi ini harus didukung pula dengan susunan ruang dan kehadiran sela ruangan untuk kemudahan dalam sirkulasi, baik keluar maupun kedalam.

Penerapan semacam ini cukup signifikan dalam mengatur hembusan angin kedalam dan keluar. Sehingga penggunaan energi untuk penyejuk ruangan dapat diminimalisir.

Unsur Alam

Arsitektur tropis dengan dipenuhi tanaman

Tanaman sebagai penguat nuansa pada hunian desain arsitektur tropis

Untuk menguatkan kesan tropis keberadaan tanaman dan penataannya menjadi sebuah hal yang tidak terpisahkan. Keterbatasan lahan dapat diantisipasi dengan kehadiran konsep taman gantung ataupun vertikal.

Meletakan jenis tanaman seperti kaktus mini, monstera, dan anturium di sudut-sudut rumah dapat memberikan kesan asri dan sejuk. Keberadaan tanaman semacam ini juga memperkuat kesan dari tema yang dihadirkan.

Bentuk Panggung

Ketinggian curah hujan di iklim tropis seringkali menciptakan genangan air. Di masa lalu hal ini diantisipasi dengan pembuatan rumah panggung. Hunian yang dibuat tinggi ini tidak saja melindungi dari banjir, namun saat kemarau dapat difungsikan sebagai aliran udara bergerak yang membuat rumah lebih sejuk. Di dunia modern, rumah panggung ini sering difungsikan untuk menaruh kendaraan.

Teras Rumah

Teras ini lebih bersifat opsional apabila diterapkan pada gaya modern. Namun, pada desain tropis, teras lebih difungsikan sebagai penghalau panas. Fungsi lainnya bisa berguna sebagai tempat bercengkrama.

Apabila Anda berminat dengan gaya arsitektur tropis, kami sebagai konsultan pembangunan siap memberikan pelayanan. Hubungi kami untuk seputar konsultasi dan pembangunan. Terima kasih.

Salam.